SEKITARKITO.COM – Muhammad Hidayat (25), seorang pemuda di Desa Kemantan Agung, Kabupaten Kerinci, Jambi sukses mengolah daging buah kopi yang biasa terbuang menjadi produk bernilai tinggi.
Melalui rumah produksi sederhana miliknya, Hidayat sapaan akrabnya mengolah daging atau kulit kopi itu menjadi teh dengan beragam varian rasa bernama Cascara Tea Kerinci.
Menurutnya, ide pengolahan daging kulit kopi itu awalnya muncul ketika mendapatkan tugas kampus tentang pangan fungsional. Kini, produk Cascara Tea telah menyebar dan bahkan tampil diajang internasional.
“Awalnya dulu waktu tugas kuliah, saya ingat kulit kopi bisa dijadikan obat. Risetlah, kemudian di olah menjadi tea,” katanya beberapa waktu lalu, Rabu (19/8/2026).
Diceritakan, tahun 2020 lalu diawal-awal masa pengolahan dengan tujuan untuk tugas kuliah di Universitas Jambi itu. Hidayat sempat beberapa kali ditimpa kegagalan sebelum akhirnya mantap dan mempatenkan produk.
Melibatkan keluarga dan warga sekitar, Hidayat membeli kulit kopi jenis arabika dari para petani dan kemudian diolah dengan proses penjemuran hingga pengemasan.
Cascara Tea disebut telah memiliki tiga varian rasa seperti rasa original, rasa jahe dan rasa kulit manis. Pernah menyabet beberapa penghargaan mulai dari tingkat Internasional bahkan negeri mewakili Provinsi Jambi.
“Produksi baru sekitar 2000 kota dalam 1 bulan. Harga jual di toko itu Rp 10.000,” ujarnya.
M Hidayat mengharap, inovasi dari anak muda ini bisa di support oleh pemerintah agar mampu berkembang dan bersaing dengan produk-produk lainnya.
Hidayat menegaskan, sejauh ini dalam produksi Cascara Tea dari sejak awal telah merogoh kocek mandiri dalam pembelian mesin produksi dan belum tersentuh bantuan dari pemerintah.
“Rumah untuk penjemuran kulit kopi yang perlu perbaikan, karena kalau standarnya seharusnya tidak seperti ini,” ungkapnya.