SEKITARKITO.COM – Viral dijagat maya, aksi dugaan pelecehan seksual kembali mencederai dunia pendakian. Kabar tidak sedap itu menguap di media sosial (medsos) dan disebut telah sering menimpa pendaki wanita.
Akun Instagram kakapondaki menceritakan beberapa curhatan atau pengalaman dari para pendaki wanita di Gunung Masurai yang terletak di Kabupaten Merangin.
“Viral! Pendaki Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guide dan Pengelola Basecamp Gunung Masurai,” tulis akun kakapondaki, Kamis (20/8).
Keterangan akun tersebut, menuliskan aksi tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh oknum guide atau pemandu, termasuk pihak pengelola basecamp di Gunung Masurai.
Menurutnya, sejumlah pendaki wanita membuka suara kepadanya atas banyaknya pengalaman tidak elok yang diderita pendaki saat berkunjung ke Gunung Masurai.
Dugaan pelecehan pengalaman narasumbernya itu disebut, tidak hanya terjadi di area pendakian (tenda) tetapi juga terjadi dan menyeret nama salah satu pengelola basecamp.
“Tak hanya dugaan pelecehan seksual, sejumlah kecurangan dan pelanggaran lain di kawasan pendakian tersebut kini turut mencuat ke publik,” bunyi potongan tulisan di akun kakapondaki.
Akibat kabar tersebut, tidak sedikit persepsi publik yang menjadi khawatir. Sementara itu, kelompok sadar wisata di Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat mengaku belum mengetahui pasti adanya kabar tersebut.
“Waalaikumsalam bang, mohon maaf untuk saat ini kami dari basecamp gunung masuari via renah alai blum tau pasti dengan berita yang sedang hangat mengenai dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum basecamp jalur gunung masurai via desa sungai lalang,” katanya melalui pesan WhatsApp.
Selaku sesama penggerak wisata di Merangin, pihaknya mendorong agar pelaku tindakan pencabulan tersebut jika terbukti bersalah agar dilakukan penindakan tegas.
“Kami menolak segala bentuk perbuatan tersebut, serta memastikan pelaku harus diproses secara hukum dan mendapatkan sanksi pidana sesuai aturan yang berlaku di Indonesia,”jelasnya.
“Agar tidak ada lagi pelaku serupa selanjutnya yang mengurangi tingkat kepercayaan pengunjung dan masyarakat terhadap kelompok- kelompok sadar wisata yang ada di merangin,” tambahnya.
Disisi lain, akun Instagram Lestari Bumi Masurai mengklaim kabar dugaan pelecehan seksual yang terjadi tersebut tidak lain merupakan fitnah yang dilayangkan.
“Waalaikumsalam kak, itu tidak lebih dari fitnah,” singkatnya.