SEKITARKITO.COM – Puluhan siswa-siswi di SMA N 1 Sarolangun kompak memperagakan dampak aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang marak terjadi di sebagian besar wilayah di Kabupaten Sarolangun.
Memikat ratusan pasang mata yang hadir dalam pawai kebudayaan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 81 tahun 2026.
Para siswa tampak menggunakan setelan penambang emas ilegal, dibalut lumuran darah akan ancaman dari aktivitas yang membahayakan itu.
Diatas miniatur dompeng atau alat penambang emas ilegal, siswa mengangkut dan menuliskan duka cita atas musibah yang pernah diderita para penambang.
“Turut berduka cita korban longsor tambang emas ilegal Kecamatan Limun,” tulisan siswa, Selasa (18/8).
Berbusana dilumuri lumpur hingga darah, alat pendulang emas hingga peti jenazah yang turut diangkut siswa dihadapan jajaran Forkopimda Kabupaten Sarolangun.
Sambil menangis dan berteriak, siswa seakan mengkritik pemerintah dan aparat penegak hukum yang seakan abai membiarkan aktivitas ilegal nan berbahaya tersebut.
Hingga diakhir pertunjukan karnaval, siswa yang berjalan dalam barisan turut memperlihatkan kerusakan lingkungan terkait penjarahan hutan dan penegakan hukum yang dinilai tembang pilih penerapan.
Selain siswa-siswi SMA N 1 Sarolangun, puluhan siswa-siswi sekolah lainnya juga ikut memeriahkan karnaval yang hingga saat ini masih berlangsung.