SEKITARKITO.COM – Semangat belajar belasan siswa di kampung transmigrasi terpencil di perbukitan Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci Jambi masih terpancar jelas.
SD N 44/lll Sungai Bermas, menjadi salah satu contoh fasilitas sekolah di kawasan tertinggal yang aktif menjangkau masyarakat transmigrasi asal pulau Jawa di kawasan tersebut.
Kepala Sekolah SD N 44/lll Sungai Bermas, Dicky Mahendra S.pd menceritakan di sekolah tempatnya mengajar bersama guru lainnya diisi kurang lebih 13 orang siswa-siswi.
“Kelas 1 ajaran baru kemarin ada 5 orang, tapi total keseluruhan dari kelas 1 sampai 6 itu ada 13 orang,” katanya, Selasa (4/8).
Menurutnya, di tahun 2026 ini merupakan tahun paling banyak penerimaan ajaran baru dari tahun-tahun sebelumnya. Berdiri selama kurang lebih 7 tahun terakhir, dahulunya sekolah tersebut merupakan sekolah kategori kelas jauh yang masih dibawah naungan sekolah lainnya.
Kini dilokasi transmigrasi itu, telah berdiri SD N 44/lll Sungai Bermas dengan fasilitas 3 ruangan kelas bangunan permanen.
Dicky mengatakan dalam proses belajar mengajar, pihaknya terpaksa menggabungkan dua kelas dalam satu ruangan melalui pola pembagian papan tulis dan penjelasan materi antara kelas 1 dan kelas lain.
“Bukunya tetap, ada buku kelas 1, kelas 2. Tapi gantian untuk ngajar 2 buku,” ujarnya.
Sedikitnya jumlah murid di sekolah itu disebut akibat minimnya penduduk yang mayoritas hanya diisi oleh warga transmigrasi. “Mungkin dulunya banyak, tapi sekarang pindah,” tambahnya.
Pihak pengurus mengungkap, kendala yang dihadapi sekolah sejauh ini mengenai minimnya pasokan air bersih. Dicky menyebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih pihak sekolah terpaksa mengandalkan tampungan air hujan.