SAROLANGUN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun bersama warga binaan berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan dan sarana dilingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas llB Sarolangun Ibnu Faizal mengatakan, kegiatan pertanian dan perikanan yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) saat ini telah terdapat dua kebun aktif yang dikelola.
“Salah satu kebun dimanfaatkan untuk budidaya sayur kangkung, sementara kebun lainnya juga digunakan untuk kegiatan pertanian produktif,” katanya, Jumat (19/12).
Diceritakan, kedua kebun tersebut telah aktif dan berjalan selama satu tahun yang dikelola oleh warga binaan Lapas Sarolangun.
Menurutnya, mereka telah mengikuti pelatihan resmi dan diyakini mampu mengelola, merawat hingga panen secara mandiri dan berkelanjutan.
“Selain sektor pertanian, Lapas Sarolangun juga mengembangkan budidaya perikanan air tawar berupa ikan nila dan patin. Pengelolaan kolam ikan dilakukan oleh WBP dengan pendampingan petugas lapas,” ujarnya.
“Mulai dari penebaran benih, pemberian pakan, hingga pemeliharaan dan panen. Hasil dari kegiatan ini dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di dalam lapas,” tambahnya.
Sementara itu, Kalapas juga memastikan bahwa program ketahanan pangan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan melainkan juga sebagai sarana pembinaan keterampilan bagi WBP.
“Melalui kegiatan pertanian dan perikanan tersebut, WBP dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab dan produktif sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Kalapas menyebut, pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan secara berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.